Toko Alat Beladiri

toko matras beladiri

Toko alat bela diri kini sangat mudah untuk Anda temukan. Apa lagi pada zaman yang sudah canggih sehingga Anda bisa melakukan transaksi jual beli alat bela diri secara online dan tidak perlu repot-repot datang langsung ke tokonya.

Bela diri merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa digunakan untuk melindungi diri sehingga bisa diterapkan sebagai bentuk pembelaan diri seperti saat mengalami ancaman dari orang lain. Banyak dari kalangan masyarakat yang sadar akan pentingnya ilmu bela diri sehingga kini mulai bermunculan pembelajaran bela diri sejak dini.

Di Indonesia banyak sekali yang menerapkan baik seni bela diri asli dari negara sendiri (seperti pencak silat) ataupun dari negara lain (seperti karate, judo, capoire). Pastinya dari banyak ilmu bela diri terdapat ciri khas masing-masing dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.

Mungkin bagi Anda banyak nama bela diri tersebut yang asing dan jarang didengar. 16 macam dari ilmu bela diri yang ada di Indonesia yaitu Pencak Silat, Tarung Derajat, Karate, Taekwondo, Jujutsu, Judo, Aikido, Ninjutsu,Kung Fu, Ta Chi, SOCP, Gulat, Muai Thai, Kick Boxing, Capoeira, dan Systema.

Dari semua macam ilmu cabang olahraga bela diri di atas memiliki ketentuan tertentu salah satunya seperti ilmu bela diri Karate yang banyak dijumpai di berbagai daerah. Tak heran banyak dari masyarakat yang mulai membuka usaha toko alat bela diri dengan melihat semakin banyak peminatnya.

Dalam ilmu bela diri Karate terdapat ketentuan mulai dari tingkatan pembelajaran hingga beberapa sarana pendukung dalam proses pembelajaran ilmu tersebut. Untuk mengetahui kedua hal ini, Anda bisa langsung simak ulasan singkat berikut.

Tingkatan Pada Pembelajaran Bela Diri Karate

Tingkatan pada pembelajaran ilmu bela diri Karate menjadi pembeda masing-masing pelajar pada tingkat mana penguasaan teknik yang dipelajari. Tingkat pertama atau pemula (Kyu) biasanya disebut dengan Mudansha. Pada tingkat ini, terdiri dari beberapa level yang dimulai dari bilangan besar  ke kecil.

Selain itu, tanda yang bisa diketahui yaitu dengan melihat ikat pinggang yang digunakan. Secara umum, warna ikat pinggang akan dimulai dari warna putih bagi para pemula. Anda tidak perlu bingung dimana bisa mendapatkan ikat pinggang karena telah tersedia di toko alat bela diri terdekat.

Jika Anda telah melewati tingkat pemula, maka Anda akan mulai masuk pada tingkat lanjutan atau mahir (Dan). Biasanya pelajar yang sudah pada tahap tersebut akan disebut dengan Yudansha. Kebalikan dari tingkat kyu, di tingkat mahir level akan dimulai dari bilangan terkecil menuju bilangan besar.

Perbedaan level pada tingkat lanjutan berdasarkan atas penguasaan jiwa dari setiap pemahaman teknik atas isi filosofi perguruannya. Penggunaan ikat pinggang biasanya berwarna hitam.

Selain dari pengetahuan mengenai tingkatan yang ada pada ilmu bela diri Karate di atas, terdapat beberapa istilah penyebutan nama pada tingkat Yudansha yang bisa Anda simak ulasan sebagai berikut:

  1. Sempai dan Sensei

Istilah Sempai diambil dari bahasa Jepang yang berarti senior. Di Shotokan istilah tersebut biasa digunakan oleh para Kohai untuk memanggil mereka yang memiliki jabatan sebagai para pelatih atau asistennya ( kualifikasi Kyu 3 – Dan 3).

Sedangkan arti dari kata Sensei adalah guru (berasal dari bagasa Jepang). Penyebutan Sensei biasanya digunakan untuk penyebutan Yudansha (kualifikasi Dan IV – V) ataupun para pelatih Kepala.

  1. Renshi dan Shihan

Renshi dalam bahasa Jepang memiliki arti guru ahli atau utama, sehingga dalam Shotokan dipakai untuk penyebutan Yudansha (kualifikasi Dan VI – VIII). Terdapat pula istilah lain yang biasa dipakai untuk penyebutan tersebut adalah Dai Sensei atau Kyoshi.

Berbeda dengan Shihan yang jika diterjemahkan dari bahasa Jepang memiliki arti guru besar atau maha guru. Biasanya dipakai dalam penyebutan Yudansha (kualifikasi IX – X). Istilah lain yang bisa Anda pakai yaitu istilah Hanshi.

  1. Beberapa istilah lain yang sering digunakan untuk menyebutkan pemimpin tertinggi pada ilmu bela diri Jepang yaitu antara lain adalah Menkyo, Kaiden, Osho, Soke, Doshu, Taisho, Sosho, Osensei, Kaiso, Shodai, Kaicho, Kancho, dan Meijin.

Sarana Penunjang Latihan Bela Diri Karate

Setiap ilmu bela diri pasti memiliki beberapa sarana penunjang yang biasa dikenakan saat proses latihan maupun dalam pertandingan, salah satunya yaitu pada ilmu bela diri Karate. Sarana tersebut kini telah banyak ditemukan di toko alat bela diri manapun. Berikut beberapa sarana penunjang Karate yang pastinya akan Anda butuhkan:

  1. Pakaian Khusus

Sejarah mengenai pakaian khusus Karate, di Okinawa dalam berlatih ilmu bela diri belum ada pakaian yang khusus dikenakan. Pada abad 19 pun masih mengenakan celana saja. Namun Gichin Funakoshi mulai mempelopori penggunaan pakaian khusus pada awal abad 20.

Karate-gi atau Do-gi atau keiko-gi  merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan pakaian Karate yang terdiri dari uwagi (atas berupa jaket berlapis dua), Zubon (celana panjang longgar berwarna putih), dan Obi (ikat pinggang tebal berwarna).

Jenis bahan kain yang baik digunakan adalah kain kanvas dengan ketebalan sedang. Namun seiring dengan perkembangan jaman telah banyak bermunculan model, bahan, dan warna yang berbeda dari model asli dari Jepang.

Perintis awal dari karate-gi bermutu yang terkenal di dunia yaitu bernama Tokaido. Dari beberapa bahan telah diuji terbukti bahwa penggunaan bahan katun adalah yang terbaik karena sangat mudah dalam menyerap keringat dari aktivitas yang dilakukan selama latihan Karate.

  1. Tempat Latihan

Dalam bahasa Jepang, tempat yang digunakan untuk mempelajari ilmu Karate adalah Dojo yang berarti aula untuk digunakan meditasi dalam kuil.Dahulu sangat diatur mengenai penempatan altar, tempat duduk untuk guru (Kamiza), dan penggunaan matras (tatami) dan sandal khusus (Zori).

Kini syarat standar telah dipenuhi untuk sebuah Dojo seperti ketinggian atap, luasan yang cukup, lantai datar, dan ventilasi yang cukup serta nyaman dengan kondisi yang bersih dan tambahan lain sesuai kebutuhan.

  1. Alat Khusus

Alat tradisional Jepang yang biasa digunakan dalam latihan yaitu samsak (Makiwara). Sebenarnya tidak ada alat khusus yang digunakan untuk latihan. Namun kini di toko alat bela diri telah banyak menyediakan berbagai model alat penunjang latihan bela diri Karate yang pasti telah teruji dengan menerapkan teknologi modern.

  1. Program Kegiatan Latihan

Terdapat beberapa urutan kegiatan pembelajaran bela diri Karate yang terdiri atas 8 buah proses yang wajib dijalani secara berurutan. Kegiatan pembelajaran dimulai dari Rei-Shiki atau upacara (tradisi penghormatan pembuka),Taisō atausenam (Stretching pembuka), Kihon, Kata, Kumite, Mondo (diskusi tentang materi latihan), Taisō (penutup), dan Rei-Shiki (penutup).

Itulah beberapa ulasan mengenai ilmu bela diri Karate beserta hal-hal yang terkait didalamnya yaitu tingkat pembelajaran hingga pembahasan terkait sarana penunjang yang bisa diperoleh di toko alat bela diri. Semoga bermanfaat dan dapat membantu memperluas wawasan Anda mengenai hal tersebut. Terimakasih.

Leave a Comment

Matras Silat Murah
Send via WhatsApp